Jayakartatoday.com, KARANGANYAR — Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang, Tawangmangu, dan Cetho, Jenawi, Kabupaten Karanganyar, ditutup sementara mulai Senin (14/9/2026). Penutupan dilakukan menyusul adanya titik api dan kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu wilayah Magetan, Jawa Timur.
Penutupan berlaku untuk seluruh aktivitas pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pengelola menilai kondisi kawasan Gunung Lawu masih cukup rawan sehingga keselamatan dan keamanan pendaki menjadi pertimbangan utama.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 039/GL.CK.01/PUD-AU/IX/2026 tentang Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cetho. Pengumuman tersebut ditandatangani Direktur PUD Aneka Usaha, Samidi, selaku pengelola pendakian Gunung Lawu wilayah Karanganyar.
Samidi menyampaikan penutupan dilakukan sehubungan dengan ditemukannya titik api dan terjadinya kebakaran di kawasan hutan Gunung Lawu.
“Berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan, maka untuk mengantisipasi risiko bahaya bagi keselamatan dan keamanan pendaki Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan via Cetho,” kata Samidi saat dikonfirmasi Espos, Selasa (15/9/2026).
Samidi mengatakan jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan via Cetho ditutup sementara untuk seluruh kegiatan pendakian mulai 14 September 2026 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini juga berlaku bagi masyarakat yang hendak melakukan pendakian secara mandiri. Pengelola secara tegas mengimbau tidak ada pihak yang memaksakan diri masuk melalui jalur pendakian selama penutupan berlangsung.
Pengelola mengingatkan calon pendaki maupun masyarakat agar tidak melakukan pendakian secara ilegal. Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun kondisi darurat yang sulit ditangani apabila terjadi kebakaran di kawasan gunung.
Samidi mengatakan telah meminta petugas pos registrasi jalur pendakian Cemoro Kandang dan Cetho untuk terus memantau perkembangan titik api serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Petugas juga diminta melaporkan perkembangan kondisi secara berkala sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sugiharjo, mengatakan pihaknya telah memperoleh informasi mengenai adanya titik api di kawasan Gunung Lawu yang berada di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, atau kawasan KPH Lawu Selatan.
Informasi tersebut diterima BPBD pada Senin (14/9/2026) sore. Pihak-pihak terkait kemudian melakukan upaya pemadaman dan penanganan di lokasi. Menurut dia, proses pemadaman dilakukan oleh pihak-pihak terkait. BPBD Karanganyar juga melakukan koordinasi dengan KPH Lawu Utara yang berada di wilayah Tawangmangu, Karanganyar.
Koordinasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di kawasan Gunung Lawu, khususnya di wilayah KPH Lawu Utara yang berada di Jawa Tengah.
“Kami berkoordinasi dengan KPH Lawu Utara yang berada di Tawangmangu untuk memantau perkembangan yang terjadi di KPH Lawu Selatan dan juga di wilayah Gunung Lawu, khususnya di KPH Lawu Utara,” ujarnya.
Sugiharjo berharap tidak muncul titik api baru di kawasan Gunung Lawu, baik yang berada di wilayah Jawa Timur maupun Jawa Tengah.
“Kita berharap semoga tidak ada titik api di Gunung Lawu, baik di Gunung Lawu wilayah Jawa Timur maupun Gunung Lawu wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Selain melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait, BPBD Karanganyar juga meminta masyarakat ikut berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran daun kering maupun rumput kering. Aktivitas tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran, terlebih ketika kondisi lingkungan cukup kering dan api mudah menjalar.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan maupun lokasi yang memiliki banyak vegetasi kering.
“Mari kita terus edukasi warga untuk tidak membakar daun kering, rumput kering ataupun membuang rokok sembarangan agar tidak menimbulkan kebakaran,” tutur Sugiharjo.
Dia menambahkan pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Kesadaran masyarakat diperlukan untuk mengurangi potensi munculnya titik api baru.
“Dan teruslah kita edukasi warga, selama kita bersama, kita akan hebat. Dan selama kita bersatu, kita akan kuat,” pungkasnya.
Dengan ditutupnya dua jalur pendakian tersebut, masyarakat yang berencana mendaki Gunung Lawu diminta menunda aktivitas hingga ada pemberitahuan resmi mengenai pembukaan kembali jalur. Pembukaan jalur nantinya akan mempertimbangkan kondisi keamanan kawasan dan hasil pemantauan petugas di lapangan.

Leave a Reply