PTMSI Solo Cup 2026 Diikuti 150 Atlet, Jadi Try In Porprov Jateng

PTMSI Solo Cup 2026 Diikuti 150 Atlet, Jadi Try In Porprov Jateng
Atlet bertanding pada Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Surakarta Cup 2026 di GOR Bolamas, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu 92/8/2026). (Istimewa)

Jayakartatoday.com, SOLO — Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Solo menggelar PTMSI Surakarta Cup 2026 di GOR Bolamas, Kecamatan Laweyan, Solo, Sabtu-Minggu (1-2/8/2026).

Kejuaraan tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut diikuti hampir 150 atlet sekaligus menjadi ajang try in atlet Kota Solo menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah serta try out atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Turnamen nomor tunggal tersebut menyediakan total hadiah lebih dari Rp4 juta dan menjadi bagian dari program pembinaan prestasi PTMSI Solo.

Ketua Umum Pengkot PTMSI Solo, Antonius Sulistyo Wibowo, mengatakan para atlet Kota Solo memanfaatkan turnamen tersebut untuk mengukur perkembangan kemampuan setelah selama beberapa bulan rutin mengikuti try out di berbagai daerah.

“Selama ini atlet kami hampir setiap pekan mengikuti try out di berbagai daerah. Kali ini mereka menjalani try in di kandang sendiri sehingga kami bisa melihat sejauh mana perkembangan kemampuan mereka,” kata Toni dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Senin (3/8/2026).

Menurut dia, bertanding di hadapan publik sendiri menjadi keuntungan bagi atlet Solo untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus mengevaluasi kesiapan menghadapi Porprov Jawa Tengah.

Kejuaraan tersebut juga memberi ruang bagi atlet NPC untuk bertanding bersama atlet non-difabel dengan penyesuaian aturan sesuai klasifikasi masing-masing. Peserta NPC berasal dari berbagai divisi, mulai pemula hingga atlet internasional yang berada di Divisi 2.

“Untuk atlet NPC, kejuaraan ini sekaligus menjadi try out menuju event internasional, termasuk persiapan menuju Asian Para Games. Selain itu juga menjadi sarana evaluasi klasifikasi kemampuan setiap atlet,” ujar Toni.

Panitia menerapkan sistem divisi sebagai upaya menjaga kualitas kompetisi. Atlet yang menunjukkan performa terbaik dan berhasil meraih podium akan dipertimbangkan naik ke divisi yang lebih tinggi.

Selain membina atlet senior, PTMSI Solo juga membuka kesempatan bagi atlet usia dini untuk menambah pengalaman bertanding sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

Menurut Toni, nomor tunggal dipilih karena dinilai paling objektif dalam mengukur kemampuan individu atlet dibandingkan nomor ganda yang dipengaruhi kekompakan pasangan bermain.

“Kami berharap semua peserta bertanding sportif. Jangan takut naik divisi ketika prestasi meningkat. Kompetisi akan semakin menarik jika semua pemain berani bersaing secara sehat,” katanya.

PTMSI Solo juga mengapresiasi partisipasi atlet dari berbagai daerah yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen. Ke depan, organisasi tersebut berkomitmen terus menggelar kompetisi rutin sebagai bagian dari pembinaan atlet tenis meja di Soloraya.

Toni berharap kepengurusan baru PTMSI Jawa Tengah mampu mengembalikan prestasi tenis meja provinsi tersebut sebagai salah satu lumbung atlet nasional.

“Kami berharap kepengurusan baru bisa membawa tenis meja Jawa Tengah kembali moncer seperti dulu. Jawa Tengah pernah dikenal sebagai gudangnya atlet tenis meja,” ujarnya.

Leave a Reply