PMI Jateng Salurkan 2,2 Juta Liter Air Bersih di Tengah Kendala Truk Tangki

PMI Jateng Salurkan 2,2 Juta Liter Air Bersih di Tengah Kendala Truk Tangki
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, seusai pelantikan kepengurusan PMI Jateng di Gradhika, Semarang, Jumat (31/7/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan)

Jayakartatoday.com, SEMARANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah mengaku pendistribusian air bersih masih menghadapi kendala karena belum semua PMI kabupaten/kota memiliki truk tangki. Kendati demikian, pihaknya telah melakukan operasi kemanusiaan untuk menangani kekeringan di 16 kabupaten/kota. 

Ketua PMI Jateng, Haryanto, mengatakan bantuan tersebut menjangkau 88 desa di 48 kecamatan dengan penerima manfaat mencapai 109.317 jiwa. Total, ada Sebanyak 2,2 juta liter air bersih didistribusikan melalui 543 truk tangki.

“2,2 juta [liter air] sudah terdistribusi di 16 kabupaten/kota [lewat] 543 tangki yang ada,” kata Haryanto seusai pelantikan kepengurusan PMI Jateng di Gradhika, Semarang, Jumat (31/7/2026).

Oleh karena itu, PMI Jateng saat ini tengah fokus menangani kekeringan. Sebab, masih banyak daerah yang melaporkan kekurangan air bersih.

“Program sementara ini tangani kekeringan fokusnya. Karena di beberapa daerah, banyak permintaan air bersih,” ucapnya.

Setelah pelantikan kepengurusan, lanjut Haryanto, PMI Jateng akan melaksanakan tugas pengabdian kemanusiaan. Termasuk bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu program-program di bidang kebencanaan, sosial, kesehatan, pembinaan generasi muda maupun relawan, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Kita juga akan kerjasama dengan relawan dalam memberi bantuan. Karena relawan tidak usah dibayar, iklas, tak perlu keluarkan uang,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan agar seluruh unsur PMI harus selalu siaga dan mampu bergerak cepat. Salah satunya dengan mengurangi penderitaan masyarakat, baik akibat bencana alam maupun peristiwa yang disebabkan oleh manusia.

“PMI tidak mempunyai kantor, tetapi mempunyai markas. Markas itu seperti markas polisi, kita siap 24 jam kalau ada apa-apa. PMI siap membantu masyarakat kapan pun kejadiannya,” kata JK, sapaan karibnya.

JK menyatakan, Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Sehingga, PMI diharapkan selalu menerapkan kesiapsiagaan dengan dibekali pelatihan yang baik serta didukung logistik dan peralatan memadai.

Dia juga mengingatkan bahwa kerja kemanusiaan PMI sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Sehingga, perlu dijaga dengan memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun yang membutuhkan.

“Ada tangan di atas yang membantu, ada tangan di bawah yang menerima bantuan, dan kita berada di tengah. Hal itu hanya bisa terjadi kalau ada kepercayaan, baik dari masyarakat maupun pemerintah,” jelasnya.

Terkait kekeringan akibat El Nino, JK menyebut dampaknya tidak hanya mengancam produksi tanaman, tetapi juga menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. PMI telah menyiapkan sekitar 200 truk tangki untuk membantu wilayah-wilayah terdampak di Indonesia.

Leave a Reply