Jayakartatoday.com, KLATEN — Pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Klaten masa khidmat 2025-2029 di Pendopo Pemkab Klaten, Minggu (20/9/2026), diwarnai aksi penolakan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) IX GP Ansor Klaten yang digelar pada 1 Juni 2025.
Aksi tersebut digelar Forum Ansor Klaten Bersatu dan diikuti seratusan orang. Mereka mengenakan seragam Banser serta GP Ansor. Selain berorasi, peserta membentangkan spanduk penolakan hasil Konfercab.
Aksi mendapat pengawalan personel Polresta Klaten. Kapolresta Klaten Kombes Pol Ari Cahya Nugraha turut turun langsung membantu pengamanan.
Sementara itu, pelantikan pengurus PC GP Ansor Klaten tetap berlangsung di dalam Pendopo Pemkab Klaten. Pelantikan dihadiri pengurus Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah dan perwakilan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor.
Dengan bantuan Polresta Klaten, Forum Ansor Klaten Bersatu kemudian menggelar mediasi dengan perwakilan PP GP Ansor di Pemkab Klaten.
Forum Ajukan Empat Tuntutan
Perwakilan Forum Ansor Klaten Bersatu, Muhammad Abdul Haris, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan keberatan terhadap proses Konfercab IX GP Ansor Klaten yang digelar di Tulung pada 1 Juni 2025.
“Kami di sini menyuarakan kebenaran. Sejak setahun yang lalu, proses konfercab untuk pemilihan ketua dari sebelum konfercab berlangsung sudah tercederai oleh langkah-langkah yang melanggar AD/ART atau peraturan organisasi,” kata Muhammad Abdul Haris saat ditemui wartawan di sela aksi.
Haris mengatakan forum memiliki sejumlah bukti terkait pelanggaran pelaksanaan Konfercab setahun lalu. Bukti-bukti tersebut sebelumnya sudah disampaikan kepada PP GP Ansor.
“Ketika mediasi dengan pengurus pusat dan LBG Ansor pusat sudah menyatakan Konfercab Ansor Klaten yang digelar di Tulung [pada 1 Juni 2025] melanggar AD/ART. Kemudian dijanjikan akan menurunkan tim untuk menginvestigasi. Tetapi kurang lebih satu tahun ini, belum ada tindak lanjut, sehingga kami melakukan aksi pada hari ini,” kata Haris.
Haris menjelaskan ada empat poin tuntutan yang disampaikan. Keempat tuntutan yakni menolak dengan tegas pelantikan pengurus PC GP Ansor hasil Konfercab di Tulung, menolak kepengurusan GP Ansor saat ini, menuntut dilakukan investigasi menyeluruh.
“Kemudian terakhir yakni kami menuntut dilakukan konferensi luar biasa atau konferensi cabang ulang dengan aturan organisasi yang dijalankan secara ketat dan bermartabat,” jelas Haris.
Perwakilan forum, Roy, mengungkapkan ada enam poin pelanggaran pada Konfercab IX yang digelar di Tulung. Keenam poin itu yakni Konfercab digelar dengan kuorum tidak terpenuhi.
“Kedua, ada intimidasi ke peserta Konfercab karena tidak disuguhkan untuk memberi pendapat ataupun tanggapan yang akan dilaporkan. Ketiga, ada pelaporan yang tidak sesuai seperti keuangan dan lain sebagainya. Keempat, ada intimidasi di luar konfercab. Kelima, itu aturan yang mana seharusnya pemilihan itu kartu pemilihan atau surat untuk dukungan dibuka sebelum waktunya itu dibuka pada pendaftaran. Terakhir, dari kami setiap anggota PAC dipersulit mendapatkan SK,” jelas Roy.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PP GP Ansor, Ibnu Ngakil, mengatakan aspirasi yang disampaikan Forum Ansor Klaten Bersatu sudah diterima dan segera disampaikan kepada pimpinan tertinggi PP GP Ansor.
“Adapun tadi yang disampaikan ahabat-sahabat di depan sudah kami terima. Kami juga sampaikan bahwa apa yang disampaikan sebagai aspirasi 100 persen akan kami kawal dan kami sampaikan. Tetapi sebagai sesama Kader Ansor, kami satu darah satu keluarga, akan lebih baik kalau bisa diselesaikan dengan jalur musyawarah. Pasti akan ada solusinya,” kata Ibnu.

Leave a Reply