Jurnalis Semarang Nyalakan Lilin, Doakan 5 Rekan dan 3 Kru Kapal Hilang

Jurnalis Semarang Nyalakan Lilin, Doakan 5 Rekan dan 3 Kru Kapal Hilang
Suasana saat jurnalis di Kota Semarang, menggelar doa bersama di Jalan Pahlawan, tepatnya depan patung kuda Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan).

Jayakartatoday.com, SEMARANG — Puluhan jurnalis di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menggelar aksi solidaritas dan doa bersama dengan menyalakan lilin di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Patung Kuda Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026) malam.

Aksi tersebut digelar untuk memohon keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni. Sementara itu, tiga kru kapal yakni Warta, Surakman, dan Heriyanto.

Di tengah gemerlap lampu kota dan kendaraan yang lalu-lalang, suasana hening dan khidmat terasa dalam aksi solidaritas tersebut. Para jurnalis membentuk lingkaran kecil sembari memegang lilin yang menyala temaram di tengah malam.

Cahaya kuning kemerahan dari lidah api menyinari wajah-wajah penuh harap serta poster berisi doa dan pesan ketabahan. Di tengah lingkaran, foto-foto dan lembaran aksi tergelar, mempertegas ikatan persaudaraan sesama pekerja media.

Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Jateng-DIY Raditya Mahendra Yasa berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga mengajak sesama jurnalis dan masyarakat untuk tidak berhenti mengirimkan doa.

“Peristiwa ini sekaligus menjadi momen untuk kembali mengingatkan, bahwa tidak ada berita seharga nyawa,” ucap Mahendra.

Menurut Mahendra, jurnalis memang memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, termasuk dari lokasi bencana. Namun, keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerja jurnalistik.

“Kecepatan dan eksklusifitas berita tidak boleh ditempatkan di atas keselamatan manusia,” pungkasnya.

Pesan Keselamatan untuk Jurnalis

Suasana saat jurnalis di Kota Semarang, menggelar doa bersama di Jalan Pahlawan, tepatnya depan patung kuda Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan).
Suasana saat jurnalis di Kota Semarang, menggelar doa bersama di Jalan Pahlawan, tepatnya depan patung kuda Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan).

KKJ Jateng-DIY mengimbau semua jurnalis maupun pers mahasiswa untuk berhati-hati ketika meliput situasi rawan. Sebelum berangkat, jurnalis perlu memahami kondisi lokasi, potensi bahaya, perkembangan cuaca, serta informasi dan peringatan dari otoritas terkait.

Jurnalis juga perlu memastikan redaksi atau rekan kerja mengetahui lokasi dan rencana peliputan. Selain itu, perlu disiapkan sarana komunikasi, jalur evakuasi, dan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

“Jika situasi berubah menjadi berbahaya, jurnalis harus berani menghentikan peliputan, tidak memaksakan diri untuk mendapatkan informasi atau gambar eklusif,” pesannya.

Aksi solidaritas tersebut menjadi ruang bersama bagi para jurnalis untuk mendoakan rekan-rekan mereka yang dilaporkan hilang kontak saat bertugas meliput aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau.

Nyala lilin yang mereka genggam menjadi simbol harapan yang terus dijaga sembari menanti kabar baik tentang keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.

Leave a Reply