Dana Revitaliasi Rp120 T, Kemenkes Minta Data RSUD di Jateng yang Rusak Parah

Dana Revitaliasi Rp120 T, Kemenkes Minta Data RSUD di Jateng yang Rusak Parah
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus (tengah) di RSUP Dr Kariadi, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan).

Jayakartatoday.com, SEMARANG — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mendata rumah sakit umum daerah (RSUD) yang kondisinya paling buruk. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp120 triliun untuk revitalisasi 441 rumah sakit di seluruh Indonesia. 

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan perbaikan RSUD secara nasional akan dilakukan bertahap. Perbaikan diutaman untuk RSUD yang mengalami kerusakan paling parah.

“Nanti yang paling jelek dulu yang diperbaiki. Karena ada yang 2027, ada yang 2028, ada yang 2029,” kata Benjamin saat kunjungan kerja di RSUP Dr Kariadi Semarang, Rabu (16/9/2026).

Selain RSUD, lanjut Benjamin, pemerintah juga merencanakan pembangunan hampir 2.000 Puskesmas baru. Pembangunan ini bertujuan agar masyarakat di daerah juga mendapat layanan kesehatan dengan fasilitas yang layak.

“Presiden ingin memperbaiki semua Puskesmas, semua rumah sakit, semuanya ingin diperbaiki di masa pemerintahan ini. Karena apa? Kita masih ada akan membangun sekitar hampir 2.000 Puskesmas baru,” ungkapnya. 

Benjamin juga mengungkap, masih ada puluhan kabupaten di Indonesia yang belum memiliki rumah sakit. Namun, sebagian pembanguan rumah sakit di daerah terpencil disebut sudah mulai selesai.

“Di daerah Toraja, Lampung, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, rumah sakitnya sudah bagus, fasilitasnya bagus, lengkap,” klaimnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Zulfachmi, tengah memetakan kondisi fasilitas kesehatan di Jateng. Langkah ini untuk menentukan fasilitas kesehatan mana yang membutuhkan perbaikan lebih dahulu.

“Sudah ada sebenarnya petanya. Kita sudah petakan di mana tempat yang lebih jelek dulu. Jadi, ada 883 Puskesmas, ada 374 rumah sakit. Itu kita sudah proses evaluasi, mana yang paling jelek,” kata Zulfachmi.

Hasil pemetaan, lanjut Zulfachmi, menjadi dasar penentuan prioritas perbaikan fasilitas kesehatan secara bertahap. Perbaikan, direncanakan berlangsung pada 2026 hingga 2029.

“Sudah kita petakan. [Daerah yang paling banyak RS jeleknya?] Nanti kami beritahu,” pungkasnya.

Leave a Reply