Jayakartatoday.com, PURWOKERTO—Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersama Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UPT TIPD) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto membekali mahasiswa dengan keterampilan atau skill kewirausahaan dan bisnis digital.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui program Digicourse bertajuk “Digipreneur: Mengawali Bisnis di Era Digital” yang digelar di Ruang Senat UIN Saizu Purwokerto, Selasa (15/9/2026). Pelatihan menghadirkan Founder sekaligus Owner PT Pradigta Global Nusantara, Guntur Prabowo, sebagai narasumber.
Puluhan mahasiswa penerima manfaat mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka mendapatkan wawasan dan keterampilan praktis untuk mengenali peluang usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta menyusun strategi pemasaran sesuai perkembangan pasar.
Ketua UPZ UIN Saizu Purwokerto, Dr. Rahman Afandi, mengatakan program Digipreneur merupakan bagian dari upaya UPZ memberdayakan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya diarahkan untuk membantu kebutuhan mahasiswa saat menempuh pendidikan, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian mereka.
Kolaborasi UPZ dengan UPT TIPD melalui program Digicourse diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan yang memiliki manfaat jangka panjang bagi mahasiswa penerima manfaat.
“Pelatihan ini merupakan bagian nyata dari program kerja UPZ untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan kewirausahaan mahasiswa kurang mampu. Harapan terbesar kami, melalui penguasaan bisnis di era digital ini, roda perekonomian mereka dapat terangkat,” ujar Dr. Rahman.
Proses Menuju Kemandirian Ekonomi
Dia menambahkan, UPZ ingin mendampingi mahasiswa dalam proses menuju kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan. “Kami ingin mendampingi proses transformasi mahasiswa, dari yang saat ini menjadi penerima manfaat [mustahik], kelak setelah lulus mampu berdiri mandiri dan tumbuh menjadi pembayar zakat [muzaki],” lanjutnya.
Dr. Rahman juga menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memulai usaha. Keterbatasan modal fisik tidak selalu menjadi penghalang karena berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk dan jasa.
Menurutnya, kreativitas, literasi digital, dan ketekunan menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam memanfaatkan peluang tersebut. Dalam sesi pelatihan, Guntur Prabowo membagikan pengalaman membangun bisnis sekaligus memberikan pemahaman mengenai lanskap kewirausahaan di era digital.
Materi mencakup pemanfaatan ekosistem digital hingga strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh mahasiswa. Guntur mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap dunia usaha. Menurutnya, bisnis digital tidak selalu membutuhkan toko fisik maupun modal finansial dalam jumlah besar.
Hal yang lebih penting, kata Guntur, adalah kemampuan menemukan persoalan yang dihadapi masyarakat kemudian mengembangkan produk atau jasa yang dapat menjadi solusi.
“Digitalisasi telah meruntuhkan tembok penghalang dalam berbisnis. Saat ini, modal utama seorang digipreneur adalah jeli melihat peluang, memahami perilaku konsumen di media sosial, serta konsisten menjaga kualitas dan keandalan produk,” ungkap Guntur.
Dia juga mendorong mahasiswa UIN Saizu untuk tidak hanya menjadi pengguna platform digital, tetapi turut menciptakan produk, konten, dan usaha yang memiliki nilai ekonomi.
“Mahasiswa UIN Saizu harus bisa mengambil peran aktif, bukan hanya sebagai konsumen konten digital, tetapi sebagai kreator dan pemilik bisnis yang memanfaatkan platform digital secara optimal,” tambahnya.
Social Media Marketing
Dalam pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi yang bersifat praktis. Mereka diajak memahami riset pasar digital, membangun branding, menerapkan social media marketing, serta mengenal pengelolaan operasional dan keuangan usaha pada tahap awal.
Studi kasus dan diskusi interaktif turut digunakan untuk membantu peserta memahami penerapan strategi bisnis dalam kondisi nyata. Kolaborasi UPZ dan UPT TIPD melalui program Digicourse menjadi bagian dari upaya UIN Saizu memperkuat pemberdayaan mahasiswa, khususnya penerima manfaat program zakat.
UPZ memberikan penguatan dari sisi pemberdayaan sosial dan ekonomi, sementara UPT TIPD mendukung pengembangan kompetensi yang berkaitan dengan teknologi dan ekosistem digital. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa UIN Saizu.
Pada akhir kegiatan, peserta mendapatkan penugasan mandiri untuk menyusun proposal ide bisnis digital masing-masing. Rancangan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tugas pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi gagasan usaha yang memiliki peluang untuk direalisasikan.
Ke depan, rancangan bisnis peserta akan mendapatkan pendampingan secara berkala agar ide yang telah disusun dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui program Digicourse “Digipreneur: Mengawali Bisnis di Era Digital”, UPZ dan UPT TIPD UIN Saizu tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan bisnis digital, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi sebagai bagian dari pemberdayaan mahasiswa penerima manfaat. (NA)

Leave a Reply