Jayakartatoday.com, SEMARANG — Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang turut melibatkan penyandang disabilitas. Sebanyak 40 orang disabilitas netra ikut bersaing berkompetisi kategori tilawah yang digelar di Majelis 3 gedung BBPVP Pedurungan, Kota Semarang.
PIC Majelis 3, Muhammad Asyiq, mengatakan selain tilawah disabilitas netra, Majelis 3 juga mempertandingkan cabang tartil yang diikuti 70 peserta umum dari berbagai provinsi. Lomba tartil diadakan setiap pagi hingga siang hari, sedangkan tilawah disabilitas netra mulai digelar pada siang sampai sore hari.
“Jadi untuk majelis 3 ini kami mengadakan dua cabang lomba MTQ Nasional yakni tartil dan tilawah disabilitas netra,” tutur Muhammad Asyiq kepada Espos, Senin (14/9/2026).
Asyiq menjelaskan penilaian kategori tartil meliputi aspek tajwid, fashahah, dan irama bacaan. Sedangkan cabang tilawah disabilitas netra, aspek yang dinilai mencakup tajwid, fashahah, lagu dan suara.
Lebih lanjut, ia membeberkan pelaksanaan lomba menggunakan sistem e-MTQ untuk menjaga netralitas dan objektivitas dewan hakim. Melalui sistem tersebut, identitas dan asal peserta tidak ditampilkan kepada dewan hakim sehingga mereka hanya mengetahui nomor peserta yang akan tampil.
“Dewan hakim tidak mengetahui peserta yang tampil itu dari mana. Yang dipanggil hanya nomor peserta, sedangkan nama dan asalnya tidak dimunculkan. Ini untuk menjaga netralitas dan objektivitas saat menilai,” paparnya.
Khusus peserta disabilitas netra, penggunaan mushaf braille tidak memengaruhi penilaian. Peserta yang sudah hafiz dapat tampil tanpa mushaf, sedangkan peserta yang membutuhkan bantuan bacaan akan disediakan mushaf braille sebagai fasilitas.
Peserta disabilitas netra juga baru mengetahui surat atau ayat yang harus dibaca sekitar satu jam sebelum tampil. Urutan tampil ke atas panggung juga ditentukan secara acak satu per satu sehingga seluruh peserta harus siap ketika nomor mereka dipanggil.
“Urutan tampil juga mereka baru tau ketika mau tampil. Kita nggak pakai nomor urut 1 sampai 8. Setiap mau ditampil nomor urut peserta diacak dan semuanya harus siap,” imbuhnya.
Rangkaian babak penyisihan cabang MTQ Nasional XXXI 2026 yang digelar di Majelis 3 berlangsung hingga Kamis. Selanjutnya, peserta dengan perolehan nilai terbaik akan dipilih untuk melanjutkan persaingan di babak final.
Sebanyak enam peserta putra dan enam peserta putri dari masing-masing ketegori lomba tartil maupun tilawah disabilitas netra berhak tampil di babak penentuan. Babak final tersebut dijadwalkan digelar pada Jumat (18/9/2026) mendatang.

Leave a Reply