Kesulitan Cari Murid, Sekolah Rakyat Tulungagung Kurangi Target Rombel

Kesulitan Cari Murid, Sekolah Rakyat Tulungagung Kurangi Target Rombel
Tim Survei Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meninjau lahan yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Rusunawa Jepun, Tulungagung, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyesuaikan usulan rombongan belajar (rombel) jenjang sekolah dasar (SD) dari tiga menjadi dua rombel setelah mengalami kendala dalam pemenuhan calon peserta didik untuk sistem pendidikan berasrama. (Destyan Sujarwoko)

Jayakartatoday.com, TULUNGAGUNG — Target jumlah rombongan belajar (rombel) untuk jenjang sekolah dasar (SD) di Sekolah Rakyat Tulungagung terpaksa dikurangi. Langkah ini dilakukan karena pemerintah setempat kesulitan memenuhi kebutuhan calon peserta didik baru.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, mengatakan usulan awal sebanyak tiga rombel jenjang SD disesuaikan menjadi dua rombel sesuai hasil pembahasan bersama pemerintah pusat.

“Usulan kami untuk jenjang SD awalnya tiga rombel, tetapi yang disetujui dua rombel,” katanya, Minggu (26/7/2026).

Menurut Reni, penyesuaian dilakukan karena proses penjaringan siswa SD lebih sulit dibanding jenjang SMP dan SMA.

Sebagian besar calon peserta didik masih berusia dini sehingga orang tua belum siap melepas anak mereka mengikuti pendidikan dengan sistem asrama.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Sosial melakukan pendekatan kepada keluarga calon peserta didik, termasuk membuka peluang orang tua mendampingi anak pada hari-hari awal tinggal di asrama.

“Kami melakukan pendekatan kepada orang tua. Bahkan bila diperlukan mereka bisa mendampingi anak selama satu hingga dua hari pertama,” ujarnya yang dikutip dari Antara.

Sekolah Rakyat di Tulungagung dirancang menampung sekitar 1.000 siswa mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Calon peserta didik diprioritaskan berasal dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) kategori desil 1 dan desil 2.

Selain menyediakan layanan pendidikan gratis, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi, bantuan modal usaha, serta perbaikan rumah bagi keluarga yang memenuhi syarat.

“Program ini tidak hanya menyasar pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarganya agar lebih mandiri,” kata Reni.

Leave a Reply