Jayakartatoday.com, KLATEN — Sebanyak 1.113 petugas mulai melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Klaten. Pendataan secara door to door tersebut berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten, Cahyo Kristiono, menjelaskan Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran kondisi dan struktur perekonomian Indonesia.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi pelaksanaan kelima sejak pertama kali digelar pada 1986.
“Hasil dari Sensus Ekonomi nanti menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah,” kata Cahyo saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (15/6/2026).
Menurut Cahyo, tahapan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak Mei lalu dan akan berakhir pada Agustus mendatang. Pada tahap awal, pelaku usaha berskala besar telah mengikuti pengisian data secara mandiri melalui laman yang disediakan BPS.
“Kemudian untuk 15 Juni 2026 memasuki fase yang penting yakni pendataan lapangan yang akan dilaksanakan dari rumah ke rumah atau door to door untuk seluruh unit usaha dan keluarga,” kata Cahyo.
Ia menjelaskan pendataan melibatkan 1.113 petugas sensus yang tersebar di seluruh kecamatan di Klaten. Seluruh petugas telah mendapatkan pelatihan serta dilindungi melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
BPS Pastikan Data Responden Aman
Cahyo menjelaskan setiap petugas wajib mengenakan atribut resmi berupa rompi, surat tugas, dan tanda pengenal saat bertugas di lapangan.
“Kami tegaskan kembali pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini gratis tanpa ada pungutan biaya apa pun,” kata dia.
Selain itu, BPS memastikan data responden aman dan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan Undang-Undang Statistik.
“Ini hanya untuk kepentingan statistik semata. Tidak digunakan untuk audit, investigasi, atau kepentingan fiskal atau perpajakan,” jelas Cahyo.
Menurut dia, hasil sensus nantinya akan disajikan dalam bentuk tabel ringkasan nasional, sektoral, maupun regional.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar pencatatan. Data yang dihasilkan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan ekonomi yang lebih baik. Dari data yang akurat lahir kebijakan yang tepat. Dari informasi yang lengkap tumbuh keputusan yang berkualitas,” jelas Cahyo.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan Sensus Ekonomi memiliki peran strategis karena hanya dilaksanakan sekali dalam satu dekade.
Data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang.
“Dari data inilah kami dapat melihat bagaimana kondisi Kabupaten Klaten saat ini, kebutuhan apa yang harus dipenuhi, serta kebijakan dan program apa yang perlu dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Hamenang.
Ia menegaskan hasil sensus selama ini menjadi landasan penting dalam penyusunan berbagai kebijakan dan regulasi daerah.
“Karena itu, saya berharap seluruh petugas menjalankan tugas dengan serius, profesional, dan mampu mendorong masyarakat untuk memberikan data yang benar dan lengkap,” jelas dia.
Hamenang juga meminta camat, kepala desa, dan lurah membantu kelancaran pelaksanaan sensus di wilayah masing-masing agar seluruh wilayah dapat terdata dengan baik dan kendala di lapangan dapat diminimalkan.

Leave a Reply