Jayakartatoday.com, NGARGOYOSO-Mahasiswa Hibah Pembelajaran Berdampak (Jarpak) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Ngargoyoso melalui pengembangan produk olahan berbahan Singkong Jalak Towo. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dengan menerapkan standar mutu produk serta dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.
Pembuatan Tepung Mocaf dari Singkong Jalak Towo
Rangkaian program yang dilaksanakan oleh mahasiswa Hibah Jarpak diawali dengan kegiatan pelatihan pembuatan tepung mocaf berbahan Singkong Jalak Towo bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Manunggal Desa Ngargoyoso. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat khususnya anggota KWT Desa Ngargoyoso dalam mengolah Singkong Jalak Towo menjadi tepung mocaf. Tepung mocaf merupakan bahan pangan gluten free sehingga aman bagi kesehatan dan dapat menjadi alternatif pengganti tepung terigu bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gluten.
Tepung mocaf juga mengandung serat yang dapat menjaga kesehatan pencernaan dan karbohidrat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam berbagai produk olahan. Pada kegiatan ini anggota KWT diberikan pendampingan dalam setiap tahapan proses pembuatan tepung mocaf yang meliputi pengupasan singkong, pencucian, pemotongan, proses perendaman serta fermentasi, kemudian dilanjutkan proses pencucian, pengeringan, hingga proses penggilingan tepung.
Pembuatan Brownies dari Tepung Mocaf
Tahap ini merupakan inti dari rangkaian program yang dilaksanakan oleh mahasiswa Hibah Jarpak UNS Solo. Tepung mocaf yang berhasil diproduksi kemudian diolah menjadi produk brownies basah dan brownies crispy yang memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ibu RW Dusun Karangbangun Desa Ngargoyoso pada siang hari, tanggal 23 Mei 2026 dan diikuti oleh 14 anggota KWT Putri Manunggal Desa Ngargoyoso.
Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan standarisasi mutu kualitas saat mengolah produk brownies. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi KWT dalam hilirisasi produk menjadi pangan fungsional dan meningkatkan pendapatan masyarakat khusunya bagi petani. Program ini mendapat sambutan positif dari para anggota KWT yang mengikuti pelaksanaannya dengan antusias.
Pemasaran Produk
Produk brownies basah dipasarkan dengan merek Mocaf Moist, sedangkan brownies crispy dengan merek Mocaf Crunch. Pemasaran produk ini akan dilakukan melalui penjualan langsung di berbagai lokasi di Desa Ngargoyoso dan melalui platform online yang menjangkau konsumen di sekitar UNS. Program pemasaran ini bertujuan untuk memperkenalkan produk brownies berbahan Singkong Jalak Towo kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan nilai komoditas lokal menjadi produk pangan yang inovatif dan bernilai ekonomi.
Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)
Pada tahap pengupasan singkong dalam proses pembuatan tepung mocaf, dihasilkan limbah kulit singkong yang belum dimanfaatkan secara optimal dan dibuang begitu saja. Melihat permasalahan tersebut mahasiswa Hibah Jarpak menghadirkan solusi yaitu limbah kulit singkong diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Pada program ini mahasiwa bekerja sama dengan CV Kans.id serta menghadirkan narasumber yang berkeahlian khusus pada bidang pertanian yaitu Alvito Seno Bachtiar, S.P.
Praktik pembuatan POC merupakan program yang berfokus pada pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai bagian dari penerapan konsep zero waste. Tahapan pembuatan POC meliputi pemotongan kulit singkong dan beberapa limbah sayur rumah tangga kemudian dilanjutkan dengan proses fermentasi menggunakan EM4 dan air cucian beras.
“POC ini dapat menjadi alternatif untuk mengurangi biaya usahatani, dengan adanya pupuk organik harapannya bisa menekan biaya usahatani.” ungkap Alvito Seno Bachtiar saat melakukan pendampingan kepada KWT Putri Manunggal.
Rangkaian program tersebut merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa Hibah Jarpak UNS Solo dalam pemberdayaan masyarakat melalui skema proyek pembangunan desa yang memanfaatkan potensi lokal berupa komoditas Singkong Jalak Towo. Program ini berfokus pada pemberdayaan KWT sebagai mitra utama dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui pengembangan agroindustri berbasis konsep zero waste. (NA)

Leave a Reply