Pasar KAWSAMA Vol. 6, Ruang Bertemu Inovasi, Kewirausahaan & Kolaborasi di UKSW

Pasar KAWSAMA Vol. 6, Ruang Bertemu Inovasi, Kewirausahaan & Kolaborasi di UKSW
Sambutan WR RIK Profesor Eko Sediyono dalam kegiatan Pasar KAWSAMA Vol. 6 yang digelar DIK UKSW, Kamis dan Jumat (11 dan 12/6/2026). (Istimewa)

Jayakartatoday.com, SALATIGA-Riuh percakapan, aroma kuliner yang menggoda, serta beragam produk kreatif dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mewarnai Pasar Karya Wirausaha Satya Wacana (KAWSAMA) Vol. 6 yang digelar Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis dan Jumat (11-12/6/2026). Mengusung tema Create. Connect. Collaborate kegiatan ini menghadirkan lebih dari sekadar pasar, melainkan ruang bersama untuk belajar, berbagi inspirasi, dan membangun jejaring kewirausahaan.

Berlangsung di Selasar Lapangan John Osok UKSW, Pasar KAWSAMA menghadirkan tenant UMKM yang menawarkan beragam produk kuliner maupun kreatif. Di sela aktivitas tersebut, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai sesi edukatif mulai dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Hibah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), bincang santai investasi, diskusi perumahan, hingga pertunjukan seni dan musik.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan (RIK) UKSW Profesor Eko Sediyono menekankan bahwa Pasar KAWSAMA bukan hanya tempat bertransaksi, tetapi juga sarana belajar yang membuka ruang lahirnya ide-ide baru. Menurutnya, mahasiswa dapat memperoleh inspirasi dari berbagai model bisnis yang ditampilkan, mulai dari usaha kuliner hingga sektor properti.

“Dari berbagai model bisnis kita bisa mendapatkan inspirasi. Kita bisa melihat bagaimana sebuah produk dikembangkan menjadi lebih menarik dan memiliki nilai tambah. Bahkan makanan tradisional pun dapat dikemas secara lebih modern melalui inovasi,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan ini mampu menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus membantu UMKM memperluas eksposur usaha mereka. Selain itu, Pasar KAWSAMA juga menjadi ruang transfer pengetahuan yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik bisnis secara langsung.

Menggerakkan Kewirausahaan Muda 

Di sisi lain, Direktur Inovasi dan Kewirausahaan UKSW, Dr. Linda Ariany Mahastanti, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa setiap volume Pasar KAWSAMA kini dirancang dengan tema yang lebih terstruktur. Pada edisi keenam ini, fokus utama diarahkan pada penguatan ekosistem riset, inovasi, dan kewirausahaan.

Suasana Pasar KAWSAMA Vol. 6 yang digelar  Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) UKSW, Kamis dan Jumat (11-12/6/2026). (Istimewa)
Suasana Pasar KAWSAMA Vol. 6 yang digelar Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) UKSW, Kamis dan Jumat (11-12/6/2026). (Istimewa)

“Selain menghadirkan UMKM binaan, kami juga menyelenggarakan berbagai sesi berbagi pengetahuan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya datang untuk menikmati suasana, tetapi

juga mendapatkan wawasan dan inspirasi yang relevan dengan perjalanan mereka,” ungkapnya dalam sesi wawancara.

Salah satu hal baru yang dihadirkan tahun ini adalah Future Living Discussion yang menggandeng perbankan dan pengembang perumahan. Melalui kegiatan tersebut, civitas academica memperoleh informasi mengenai program perumahan serta peluang bisnis di sektor properti yang terus berkembang.

Pasar KAWSAMA Vol. 6 juga menjadi bagian dari persiapan Program YourProud Batch 4 yang berfokus membangun pola pikir kewirausahaan mahasiswa. “Melalui pendampingan mentor dan berbagai sesi berbagi pengalaman, kami mendorong peserta untuk mengembangkan usaha yang tidak berhenti pada tahap ide, tetapi dapat bertumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan,” pungkasnya. 

Pasar KAWSAMA Vol. 6 menegaskan komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak dan mendukung Asta Cita ke-3 dalam mendorong kewirausahaan dan penguatan ekonomi kreatif serta Asta Cita ke-4 yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan yang unggul.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (NA)

Leave a Reply