Jayakartatoday.com, SOLO – Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Astrid Widayani memperingati Hari Kartini bersama puluhan perempuan buruh gendong di pintu utama Pasar Gede Hardjonagoro, Solo, Selasa (21/4/2026) pagi.
Mereka mengenakan kebaya, jarit, serta sanggul bagi perempuan yang tidak berkerudung. Para perempuan itu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu Ibu Kita Kartini.
Kemudian Wawali Solo membagikan buket bunga dari uang Rp5.000 kepada perempuan buruh gendong. Mereka menari untuk merayakan Hari Kartini. Aktivitas itu menjadi perhatian para pengunjung Pasar Gede.
Salah satu perempuan buruh gendong, Minah, 74, mengaku sudah menjadi buruh gendong selama 54 tahun. Ia senang mendapatkan apresiasi dari Wawali Solo. Ia sempat diajak membuat konten dengan Astrid.
Ibu tiga anak tersebut semangat bekerja meskipun sudah memasuki usia lanjut. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta untuk memberikan uang kepada cucu sebagai simbol kasih sayang tulus.
“Saya semangat terus sampai kapan pun semangat, sehat, alhamdulilah, kerja di Pasar Gede lancar. Yang penting jujur, anak saya dulu sekolah juara terus, enggak bayar. Kalau pinter bisa bertemu dengan Presiden,” ungkap dia.
Wawali Astrid mengatakan bersama komunitas perempuan, yakni Lions Club Solo Putri dan Lions Club Solo Meraki memperingati Hari Kartini dengan menyumbangkan fasilitas tempat duduk di Pasar Gede. Kursi taman untuk mempercantik kota karena Pasar Gede sebagai salah satu pusat destinasi wisata di Kota Solo.
“Lalu dilanjutkan dengan memberikan apresiasi kepada perempuan-perempuan hebat di Pasar Gede yaitu ibu-ibu buruh gendong untuk menyemangati proses perjuangan yang sehari-hari dilakukan di Pasar Gede. Tentunya ini juga menginspirasi untuk perempuan-perempuan di luar sana untuk lebih tangguh dan berdaya,” kata dia kepada wartawan.
Ia berharap khususnya perempuan buruh gendong selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memberikan sumbangsih untuk keluarga. Buruh gendong menjadi inspirasi para perempuan.
Astrid mengatakan sekarang sudah banyak sekali ruang yang terbuka untuk perempuan bisa berpartisipasi dalam pembangunan. Perempuan bisa menggali potensi sebaik mungkin untuk bisa memberikan kontribusi nyata di masyarakat. Kehebatan perempuan bisa menyeimbangkan antara peran di ranah domestik maupun di ranah publik.
Leave a Reply