Kloter 1 dan 2 Calhaj Tiba di Embarkasi Surabaya, Langsung Diberi Living Cost

Kloter 1 dan 2 Calhaj Tiba di Embarkasi Surabaya, Langsung Diberi Living Cost
Jemaah calon haji kloter pertama memasuki Gedung Mina, Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Jawa Timur, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin

Jayakartatoday.com, SURABAYA – Dua kelompok terbang (kloter) gelombang pertama tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Selasa (21/4/2026). Kloter pertama yang datang ini merupakan jemaah calon haji asal Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, dan Surabaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Moh. As’adul Anam mengatakan jumlah JCH pada dua kloter tersebut masing-masing sebanyak 380 orang, dan proses penerimaan kedatangan jemaah berjalan lancar.

“Ini ada dua kloter, kloter 1 dan kloter 2 dari Kabupaten Probolinggo, satu jemaah Kota Malang dan satu jemaah dari Kota Surabaya dengan total 380 di kali dua, jadi 760 jemaah,” kata Anam saat ditemui wartawan di Asrama Haji Surabaya, Selasa.

Dia menjelaskan, proses administrasi yang dijalani jemaah calon haji meliputi pemeriksaan akomodasi, pembagian gelang identitas, paspor, termasuk aktivasi layanan Nusuk yang dilakukan di Gedung Mina untuk kloter 1, dan kloter 2 di Gedung Muzdalifah.

Menurut dia, kondisi kesehatan jemaah pada kloter awal tahun ini relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, yang ditandai dengan minimnya penggunaan kursi roda.

“Kalau kita lihat, yang menggunakan kursi roda sangat minim. Tahun-tahun sebelumnya bisa di atas 10 sampai 15 orang,” ucapnya yang dikutip dari Antara.

Anam menambahkan, ketatnya proses pemeriksaan kesehatan atau istitha’ah membuat jumlah jemaah berisiko tinggi dan lansia menurun dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, ia memperkirakan ada sekitar 50 persen calon haji masih tergolong lanjut usia (lansia) dan masih butuh perhatian lebih.

Lebih lanjut, terkait pelayanan, Anam menyebutkan ada pembaruan berupa aktivasi Nusuk di asrama untuk mempercepat proses di Arab Saudi.

Selain itu, kata dia, pembagian biaya hidup (living cost) di Tanah Suci Mekkah sebesar 750 riyal juga dilakukan di lokasi yang sama.

Ia menargetkan, seluruh proses administrasi dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 hingga 2 jam, meskipun pada tahap awal masih terdapat sejumlah kendala teknis.

“Kami berharap proses administrasi satu setengah sampai dua jam selesai, namun karena ini kegiatan pertama, ada penyesuaian dengan berbagai pihak seperti imigrasi, Bea Cukai, perbankan, hingga syarikah,” ujarnya.

Jemaah Diminta Patuhi Aturan

Anam menambahkan, jemaah calon haji dijadwalkan mulai meninggalkan kamar pada Rabu (22/4/2026) dini hari sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandar Udara Juanda Surabaya.

Sementara itu, pihaknya juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi ketentuan barang bawaan, seperti larangan membawa bahan berbahaya, narkoba, senjata tajam, serta pembatasan rokok maksimal dua slop dan power bank berkapasitas maksimal 10.000 mAh.

“Kalau ada temuan barang yang tidak sesuai ketentuan, akan kami keluarkan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang jemaah calon haji asal Kabupaten Probolinggo bernama Agus Prasetyo bersyukur bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Ia menjelaskan, setelah mendapat kepastian untuk dapat menunaikan ibadah haji, ia bersama istrinya langsung melakukan persiapan, salah satunya terkait fisik.

Selain itu, lanjutnya, barang bawaan juga telah dipersiapkan jauh-jauh hari sesuai arahan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Ia berharap, pelaksanaan ibadah haji yang dilakukannya bersama istri bisa berjalan lancar, termasuk keinginannya untuk berdoa di Tanah Suci.

“Doa yang jelas untuk keluarga, ibu, bapak, anak, istri, semuanya. Jangan lupa kami doakan untuk Indonesia biar tenang,” tuturnya.

Leave a Reply